Posted by: ardhiansyahberau on: Juni 8, 2008
1. a. Rancangan yang dipergunakan untuk percobaan tersebut adalah Rancangan Acak Kelompk (RAK), karena :
- berdasarkan hasil percobaan terlihat bahwa data dibagi menjadi 3 kelompok.
- percobaan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap produksi padi biasanya diadakan di lahan persawahan yang mempunyai kondisi cenderung untuk tidak homogen.
b. Analisa Sidik Ragam :
|
Sumber Keragaman |
db |
JK |
KT |
Fhitung |
Ftabel |
|
|
5% |
1% |
|||||
|
Kelompok Perlakuan Galat |
2 5 15 |
0,091 24,451 0,031 |
0,046 4,890 0,003 |
14,81** 1584,89** |
4,10 3,33 |
7,56 5,64 |
|
Total |
17 |
24,574 |
|
|
|
|
c. Uji lanjut yang sesuai adalah Uji Beda Nyata Jujur (BNJ), karena data percobaan mempunyai nilai koefisien keragaman (KK) yang kecil yaitu sebesar 3,36% (KK < 10%).
2. a. Rancangan yang dipergunakan untuk percobaan tersebut adalah Rancangan Acak Kelompk (RAK), karena :
- berdasarkan hasil percobaan terlihat bahwa data dibagi menjadi 4 kelompok.
- percobaan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap produksi blewah biasanya diadakan di lahan (kebun) yang mempunyai kondisi cenderung untuk tidak homogen.
b. Analisa Sidik Ragam :
|
Sumber Keragaman |
db |
JK |
KT |
Fhitung |
Ftabel |
|
|
5% |
1% |
|||||
|
Kelompok Perlakuan Galat |
3 4 12 |
0,012 26,355 0,169 |
0,004 6,589 0,014 |
0,28ns . 468,69** |
4,46 3,64 |
8,65 7,01 |
|
Total |
19 |
26,545 |
|
|
|
|
c. Uji lanjut yang sesuai adalah Uji Beda Nyata Jujur (BNJ), karena data percobaan mempunyai nilai koefisien keragaman (KK) yang kecil yaitu sebesar 7,64% (KK < 10%).
3. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dimana Faktor B (varietas kedelai) sebagai petak utama dan Faktor A (pupuk kandang) sebagai anak petak, karena :
a. Derajat Kepentingan
Faktor A (pupuk kandang) lebih dipentingkan dalam pengamatan daripada Faktor B (varietas kedelai).
b. Derajat Kemudahan Penerapan
Faktor A (pupuk kandang) lebih mudah untuk diterapkan jika dibandingkan Faktor B (varietas tanaman).
4. Prosedur pengacakan dari suatu percobaan faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK-Faktorial), yaitu :
a. Areal percobaan dibagi menjadi sebanyak k kelompok, kemudian masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi sebanyak m x n kombinasi perlakuan.
b. Susun setiap kombinasi perlakuan yang akan dicobakan.
c. Setiap kombinasi perlakuan diberi nomor urut dari 1 hingga m x n.
d. Lakukan pengacakan perlakuan sebanyak m x n kali di setiap kelompok.
5. Prosedur pengacakan dari suatu percobaan rancangan petak terbagi dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK-Petak Terbagi), yaitu :
a. Areal percobaan dibagi menjadi sebanyak k kelompok, kemudian masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi sebanyak m x n kombinasi perlakuan.